Sunday, November 30, 2014

Pengalaman Belanja di ASOS





Ceritanya, dulu aku nyari catok rambut yang bagus, setelah browsing browsing akhirnya aku menemukan salah satu catok rambut yang bagus itu merknya GHD, produk asal Inggris yang katanya belum dijual di Indonesia. Dengan polosnya aku beli GHD secara online di ASOS dan aku pilih yang free ongkos kirim biar hemat hehe.  Lalu transaksi pake kartu kredit sudah beres. Dan aku tinggal harap harap cemas nunggu barangnya datang. Lalu aku mulai bertanya tanya dalam hati kira kira barangnya sampai ngga yah dari Inggris ke Bangka. Lalu aku browsing lagi dan menemukan thread di kaskus soal belanja online dari luar negeri.Ternyata dari pengalaman agan agan di kaskus, ga sedikit yang barangnya hilang, diganti dan bayar biaya pajak dan cukai yang hampir seharga sama barang yang di beli. Mati deh pikirku waktu itu. Ya sudahlah pasrah aja. Apalagi barang yang kubeli barang elektronik.



Sudah hampir sebulan barang belum kunjung sampai, kalo ga salah sampe kutanyain ke kantor pos ada kiriman barang buatku ngga, dan ngga ada kata mereka. Lalu beberapa hari kemudian datanglah tukang pos ke kantor ngasih tau ada paket yang harus diambil dikantor, pas ngambil deg degan bakal kena pajak berapa yah.. eh ternyata aku cuma disuruh bayar Rp. 7.000,-!!!! sampe pengen sujud syukur rasanya (lebay).

Dan aku buka paketnya isi lengkap, ga ada lecet sedikit pun. Habis itu jadi keterusan belanja di ASOS, aku pernah beli tas dan sepatu dan semuanya nyampe dan lagi cuma bayar Rp. 7000 ke kantor pas. Cuma kalo lewat kantor pos nyampenya memang lama rata-rata 3 minggu maksimal 1 bulan. Barang - barang di ASOS relatif murah (banyak yang dibawah 500 ribu) karena di buatnya di China tapi lucu lucu bingiits barangnya.










Wednesday, October 29, 2014

Tiger Parenting


Karena sekarang aku sudah punya anak mau tidak mau aku harus belajar soal parenting, topik yang berat dan tidak menarik, yang sebelumnya selalu aku hindari, apalagi aku orangnya paling malas membaca buku how to..

kekhawatiran terbesar adalah khawatir aku tidak bisa memberikan yang terbaik, khawatir tidak bisa menjadikannya orang yang sukses, khawatir karena dunia ini banyak godaan dan orang jahat yang dapat mencelakannya, dan sebagainya dan sebagainya.

Sebetulnya sebelum menikah dan punya anak, gara gara membaca reviewnya di majalah femina aku tertarik membaca buku yang judulnya Battle Hymne of the Tiger Mother. Bukan buku how-to walaupun di sampul bukunya tertulis sub judul 'cara membesarkan anak ala China'. Buku itu menurut penulisnya adalah pseudo-memoar pengalamannya membesarkan kedua anak perempuannya.

Begitu membaca halaman pertamanya saja, aku sudah terlarut. Tulisannya enak di baca dan seru sekali. Amy Chua mendidik anaknya dengan cara yang strict seperti cara orang tuanya mendidiknya dulu, yang tidak umum dilakukan oleh para orang tua barat di Amerika  di masa kini. Banyak yang berkomentar "wow..sadis bangeet" padahal menurut penulisnya "they just don't get the humor".

Sebelumnya aku pikir cara terbaik untuk mendidik anak saat ini adalah dengan memberikan anak kebebasan, banyak memberikan pujian, jangan banyak banyak bilang Jangan dan ternyata setelah membaca buku ini.. itu bukan cara yang paling tepat. Orang lain sih banyak yang protes tapi aku percaya sama Amy Chua.

Menurut Amy Chua anak dari SD sampai SMA itu adalah masa masanya di gembleng, dilatih untuk disiplin, di bekali kemampuan. Karena karakter itu paling mudah dibentuk di usia dini. Istilah Amy Chua tough-love parenting, penuh kasih sayang tapi keras. Amy Chua tidak memperbolehkan anaknya nonton TV, main game,menginap di rumah teman, ikut ekskul drama, ga boleh pacaran, nilai ngga boleh kurang dari A kecuali pelajaran olahraga,tidak boleh ikut ekskul drama (mirip di film dead poet society ya ;p).

Katanya kalau harus memilih antara kebahagiaan dan kesuksesan untuk anak anaknya, Amy chua lebih memilih kesuksesan untuk anaknya walaupun prakteknya tidak mudah. Inti dari tiger parenting, tough-love parenting menurut Amy Chua adalah mempercayai bahwa anak kita bisa melakukan lebih dari apa yang ia pikir dan orang lain pikir, membantu mereka menemukan potensi diri mereka. Tidak ada cara lain untuk membangun kepercayaan diri selain berhasil melakukan sesuatu yang kita pikir tidak bisa. Bukan pujian pujian kosong seperti yang dilakukan kebanyakan orang tua barat terhadap anaknya, seperti you're brilliant, you're amazing padahal anaknya tidak melakukan apa apa. You don't have to brilliant or amazing to be succesful, hard work just can fix everything.

Kalau orang Indonesia punya peribahasa 'bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian', Kalau kata Rasul 'gunakanlah masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu' kalau istilah canggihnya 'the value of delayed gratification'. Kadang kita terlalu mengkhawatirkan kebahagiaan anak, tapi melupakan bagaimana caranya membangun kekuatan pada anak.

If in their early years we teach our children a strong work ethic, perseverance and the value of delayed gratification, they will be much better positioned to be self-motivated and self-reliant when they become young adults. This is a way to combine East and West: more structure when our children are little (and will still listen to us), followed by increasing self-direction in their teenage years.

Ada suatu kekhawatiran jika membesarkan anak dengan cara strict khawatir anaknya jadi stress dan bahkan mengalami kerusakan jiwa permanen lalu jadi psikopat. Kalo menurut Sophia, anaknya Amy Chua, ibunya memang keras tapi cintanya tetep unconditional alias tanpa syarat meski saat dia mengalami kegagalan. Menurut penelitian anak anak asia yang dibesarkan dengan strict justru merasa sangat berhutang pada ibunya yang sudah mendorongnya untuk mencapai kesuksesan.

Amy chua nulis buku ini pas anaknya yang besar di SMA dan anak keduanya di SMP di tahun 2011. Sekarang anaknya dua duanya kuliah di Harvard. Aku terkesan sama tulisannya Sophia di New York Times mengenai pendapat dia soal ibunya, Amy Chua. Bagian favoritku ;

"There’s one more thing: I think the desire to live a meaningful life is universal. To some people, it’s working toward a goal. To others, it’s enjoying every minute of every day. So what does it really mean to live life to the fullest? Maybe striving to win a Nobel Prize and going skydiving are just two sides of the same coin. To me, it’s not about achievement or self-gratification. It’s about knowing that you’ve pushed yourself, body and mind, to the limits of your own potential. You feel it when you’re sprinting, and when the piano piece you’ve practiced for hours finally comes to life beneath your fingertips. You feel it when you encounter a life-changing idea, and when you do something on your own that you never thought you could. If I died tomorrow, I would die feeling I’ve lived my whole life at 110 percent.
And for that, Tiger Mom, thank you."


Monday, October 6, 2014

Insecurity



Aku merasa seumur hidupku sering dihinggapi perasaan insecure, khawatir tidak menjadi orang yang sukses, pokoknya semacam perasaan perasaan seperti itu. Waktu SD contohnya aku merasa ngeri sekali kalau tidak naik kelas, waktu SMP khawatir tidak bisa masuk ke sekolah SMA favorit dan waktu SMA khawatir tidak bisa kuliah, khawatir tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi, khawatir dengan masa depan yang tidak jelas. Waktu kuliah khawatir DO, khawatir susah mendapatkan pekerjaan yang bagus ketika lulus karena jurusan yang tidak populer dan sekarang pun dalam masih ada kekhawatiran kekhawatiran seperti itu walaupun menurutku masih dalam tahap wajar bukan paranoid.

Lalu kemarin kemarin tak sengaja baca review bukunya Amy Chua yang berjudul The Triple Package yang membeberkan mengapa kelompok kelompok minoritas tertentu berdasarkan etnis, kepercayaan agama dan asal negara seperti Kelompok keturunan Yahudi, Cina, Mormon, imigran Iran dan Libanon, Cuban American, Nigerian American dll di Amerika Serikat  cenderung lebih sukses di banding kelompok lain. Amy Chua melihat ada 3 persamaan karakter yang terdapat dalam kelompok-kelompok ini yaitu superiority complex - perasaan superior seperti yang dimiliki oleh orang Yahudi bahwa mereka percaya bahwa mereka adalah orang orang pilihan, people of law and intellect, dsb. Yang kedua yaitu insecurity - perasaan bahwa yang kita lakukan belum cukup, belum maksimal sehingga timbul perasaan khawatir akan hasil yang di dapat. dan yang terakhir yaitu impulse control - kemampuan untuk menahan diri dari godaan sehingga mampu menunda kesenangan saat ini untuk mendapatkan kesenangan yang lebih panjang di masa depan. Ketiga kombinasi ini -superiority complex, insecurity, impulse control- yang memicu kelompok kelompok ini lebih unggul dari yang lain.

Tetapi menurut Amy Chua  jika setiap aspek yang disebutkan berdiri masing masing  akan  menjadi sesuatu hal yang negatif, misalnya hanya memiliki superiority complex tanpa adanya insecurity bisa jadi membuat seseorang menjadi mudah puas dan tidak ada keinginan untuk membuat yang lebih baik dan tidak menyadari ada bahaya yang menanti. Insecurity dan impulse control yang berlebihan akan menghasilkan manusia yang paranoid tentunya. Jadi hanya dalam kombinasi satu dengan yang lainnya aspek aspek tersebut bisa menjadi pemicu kesuksesan. Hmmm rumit yah.


Mirip keturunan Tionghoa di Indonesia kan, dimana mereka jumlahnya minoritas, pilihan karir tidak banyak, kondisi yang  mengharuskan  mereka berusaha lebih keras di banding yang lain. Hasilnya pengusaha pengusaha sukses di Indonesia kebanyakan keturunan Tionghia. Lalu orang Padang juga memiliki karakteristik tersendiri yang khas dan terkenal yaitu hemat dan pelit  (maaf :p) , mirip impulse control - the ability to resist the temptation- dan banyak bermigrasi ke seluruh penjuru Indonesia sehingga sebagai minoritas didaerahnya tentu punya semacam perasaan insecure dan mereka banyak yang menjadi pedagang sukses. Kalau aku perhatikan juga dosen dosen di ITB banyak banget yang orang Padang.











Wednesday, October 1, 2014

Pengamat Abal - Abal

Edit note : Akhirnya pilihan gue No. 2 Jokowi menang. Tapi sayangnya beberapa saat setelah di lantik, Jokowi tidak menepati janjinya untuk tidak bagi bagi kursi. KPK jadi rombeng.  Kinerja mentri mentrinya payah. Dan gue mulai tidak nge fans sama Jokowi.


Setelah gonjang ganjing pemilu 2014 yang paling panas sepanjang sejarah, sepertinya orang Indonesia kini  mulai melek akan politik. Lalu kini setiap orang tidak sungkan lagi mengungkapkan pendapat atas isu isu yang terjadi terutama di social media, kadang membuat mereka tampak seperti pengamat politik karbitan.. (hehe). Sebagian ada yang risih tapi menurutku ini lebih baik daripada kita mempunyai masyarakat yang apatis. Apalagi pejabat pejabat, anggota DPR dkk di kita banyak yang diragukan integritasnya jadi harus senantiasa di awasi segala gerak geriknya.. haha

Ada wacana kalau demokrasi kita sudah kebablasan salah satu contohnya tawuran antara pendukung calon pemimpun daerah akibat pilkada langsung  tapi disisi lain kemudian bermunculan juga pemimpin pemimpin teladan berkat pilkada langsung. Tapi mungkin inilah perjalanan yang harus dilalui bangsa Indonesia dalam berdemokrasi untuk mencapai gaya demokrasi yang paling ideal bagi bangsa ini. Lagipula  tiap negara punya gaya masing masing dalam berdemokrasi.

Mentang-mentang China atau Singapur maju karena pemerintahnya otoriter lalu Indonesia harus ikut ikutan kayak gitu, ya susah juga. Apalagi rakyat Indonesia yang super bawel dan hobi menghujat pemerintah tiba tiba disuruh jadi pendiem pasti akan menimbulkan pergolakan yang luar biasa. Kecuali balik lagi ke jaman orba, pemerintahnya sadis, warga negara yang bandel dibina atau dibinasakan (sadiiss). Tapi pemerintah China dan Singapur biar otoriter mereka ngga suka korupsi, yang korupsi di hukum mati atau di penjara 100 tahun jadi ga ada yang berani coba coba. Tapi ya gitu kebebasan berpendapat warganya di batasi. Konon di Singapur warganya tidak bisa bebas seenak udel mengkritik pemerintah layaknya warga Indonesia membully Pak SBY setiap saat. Menurut pemerintahnya mereka begitu ya karena Singapur negaranya kecil ibarat naek perahu kecil ada penumpangnya yang nakal loncat loncat di atas perahu bisa bikin perahunya oleng atau kebalik, jadi stabilitas nasional harus senantiasa di jaga.

Alangkah indahnya jika bangsa Indonesia tetap memberikan kebebasan warganya untuk berpendapat, menyelenggarakan pilkada langsung, pemerintahnya amanah, anggota legislatifnya bener, rakyatnya makmur sejahtera (dan tetap bebas untuk menghujat pemerintah kalo ga bener hehe).

Ada juga sih segolongan yang menawarkan khilafah sebagai solusi atas segala permasalahan bangsa. Di jaman modern, sekuler dan majemuk begini rasanya sulit menerapkan khilafah. Aku juga kurang tertarik dengan ide ini. Soalnya aku membayangkan diriku berada di posisi minoritas,  tiba tiba sistem negara berubah jadi semacam khilafahnya Kristen misalnya, pasti akan sedikit menyusahkan karena orang yang memeluk agama tertentu akan diperlakukan secara superior, dan rasanya jadi tidak adil untuk penganut agama lain.








Wednesday, September 17, 2014

Menabung

Konon kebanyakan orang itu sulit untuk menabung. Apalagi saat ini sedang musim berbagai macam investasi yang mengatakan bahwa menabung itu sudah tidak efektif lagi karena tergerus inflasi dan lain sebagainya.

Tetapi menurut saya menabung itu adalah kemampuan dasar untuk berinvestasi. Kalau menabung saja tidak bisa bagaimana mau investasi. Contohnya kalau mau KPR/KPA anda harus membayar uang muka atau DP sebesar 20 - 30 % dari harga jual. Otomatis harus menabung terlebih dahulu kan. Ada juga yang uang mukanya bisa dicicil tapi tetap saja jumlahnya tidak sedikit. Dan kalau harus berutang untuk membayar DP maka hutangnya DP dan cicilan rumahnya sendiri jadi dobel kan. Oleh karena itu menabung itu penting.

Gimana caranya supaya bisa menabung? ya harus pandai mengatur uang dan menahan diri. Kalau menurut para ahli perencana keuangan. Uang yang akan di tabung disisihkan terlebih dahulu diawal ketika menerima gaji. Disimpan di rekening khusus kalau bisa ngga usah ada ATM nya. Sebenernya bukan masalah gajinya berapa tapi SISANYA BERAPA.

Problem bagi para kaum wanita adalah.. belanja.. apalagi shopping online yang makin menjamur seperti sekarang ini. Kalau ingin menabung solusinya tiada lain adalah dengan menahan diri. Biasanya kalau sudah berhasil menahan diri, malah ketika situasinya sudah boleh berbelanja malah sudah ngga kepengen lagi.

Konon katanya, dalam mendidik anak pun kita harus mengajarkan untuk menahan diri,misalnya si anak ingin sesuatu kita sebaiknya meminta untuk menahan keinginannya misalnya kita mengatakan " nanti ya beli mainannya minggu depan' jika si  anak kemauannya selalu langsung dituruti nanti jadi kebiasaan.
 


Tuesday, August 26, 2014

11 Tahun Yang Lalu

Entahlah ya aku tuh ngga bosen2 berkisah pengalaman waktu kuliah hehe.. Jadi 11 tahun yang lalu tepatnya tahun 2003, aku diterima di ITB (yaayy) di program studi meteorologi (toweweww). Soal jurusan sebodo lah yang penting kuliah di ITB huehehe. Masih inget banget pas aku ke warnet buat ngecekin hasil SPMB, deg-deg an sambil keluar keringan dingin, karena takut gagal lagi. Lalu aku masukinlah nomor peserta SPMB dan keluar lah tulisan "SELAMAT Anda di terima di program studi 25XXX (lupa.. :D)"

Pas daftar ulang seingatku sendirian ke Bandung naik travel PP. Pas pulangnya minta di jemput di BIP sama travelnya karena gak punya sodara di Bandung. Nyasar nyasar nyari gedung Annex, karena lokasinya ternyata di luar kampus. Pas daftar ulang rasanya clingak clinguk kagak ada yang kenal. Jadi pas daftar ulang pertama cuma ngambil formulir doang lalu pulang lagi ke Kuningan. Sepanjang jalan rasanya pengen senyum senyum terus maklum lah masih terkena euforia.


Pas ke Bandung lagi di anter sama tetangga karena mau nyari kos kosan dan ga nemu nemu akhirnya aku datengin kosan tempat nginep spmb yang pertama, yang punya orang Kuningan cuma 150 ribu per bulan, mayanlah.

Sesuai tradisi setiap penerimaan mahasiswa baru ada acara ospek, di ITB ini  namanya OSKM ( dan aku lupa kepanjangannya apa). Untungnya ospek di ITB ini ga ada yang aneh aneh, ga disuruh bawa yang aneh aneh. Cuman harus pake seragam SMA (untung masih nyimpen) dan roknya dilapis pake celana panjang  olah raga. Sampai diliatin heran sama orang orang di kost an akibat kostum yang ga nyambung. Ternyata emang ada acara lari lari, duduk duduk jadi kalo cuma pake rok aja pasti repot.

Kesanku ketemu sesama mahasiswa baru lainnya adalah.. wah pinter pinter banget ya, pokoknya dari ngomongnya dari segala gerak geriknya emang keliatan banget pinter pinter sampe ngerasa minder. Banyak yang cantik cantik dan cakep cakep pula.

Jadi pas OSKM kita semuanya di bagi  kelompok entah ada berapa puluh atau ratus kelompok dan masing masing kelompok ada taplok sama mentornya. Ohya dan harus ada jarkom. Mana waktu itu aku belum punya handphone, dikosan ga ada telpon (huhu). Jadi jarkomnya selalu mentok di aku. Pas OSKM Kita di kasih tentang wawasan kebangsaan gitulah. Mentor kelompokku anak elektro angkatan 99, pinter banget orangnya tapi aku lupa namanya siapa (huwaa udah pikun). Masih muda aja udah pinter pinter kayak gitu yah, wawasannya kayak udah dalem banget gitu.

Yang paling menyebalkan adalah pas mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain, kadang harus pake lari lari segala, udah mah banyak orang harus lari dan ngga boleh kepisah sama kelompoknya, chaos tapi serulah. OSKM ini tiap hari seleseinya sampai malam kalo ga salah sampe jam 11 malem gitu, untuk masih banyak angkot dan ada temen sekelompok yang kosannya deket.

Yang berkesan pas di ajarin lagu mentari sama Abah Iwan (Bimbo) terharu lah sama lagu ini. Sama pas acara closing ceremony. Kayaknya disini panitianya yang dari berbagai jurusan bersatu padu in harmonia progressio ,canggih sekaligus artistik, pokoknya aku naksir semua kakak kakak kelasku yang ganteng2 dan pinter2 wakakak.

Pokoknya dari hari pertama menginjakan kaki di kampus ini sampai hari hari selanjutnya banyak hal yang membuatku terkesan.

sama mini






Bikin kitchen set


Apartemen kalo ga ada kitchen set kayaknya kurang afdol, so.. setelah serah terima kunci mulailah browsing browsing soal bikin kitchen set. Sebenernya bisa sih di borongin ke yang jual jasa interior apartemen (apa yah namanya) buat ngisi ngisi furnitur apartemen tapi budgetnya gak ada dan rata rata hasil desain interior mereka ga cocok sama yang aku pengen.

Lalu aku browsing2 dan ngubek ngubek forum ibu ibu di internet soal kitchen set. Kitchen set itu diitungnya per meter, itu belum termasuk top table dan top tablenya diitung per meter lagi. Belum lagi spek spek yang lain yang aku ngga hapal. Kayaknya mahal banget kalo yang diceritain  ibu2 di forum itu ada yang sampe berpuluh puluh jeti, mungkin itu ibu ibu sosialita he2

Dan karena lokasi apartemennya di bandung jadi nyari tukang kitchen set ya  yang lokasi nya di bandung dan itu agak agak susah nyari infonya di internet. Dan untungnya temennya mamah punya sodara yang suka bikin kitchen set, freelancer gitu. Karena mamah ngeliat hasil pekerjaan si bapak dirumah temennya itu rapih, jadilah fix minta tolong bikin kitchen set sama si bapaknya itu. Lalu si bapaknya ngukur2 di apt dan nego harga jadilah 4 juta semua muanya.

Ini karena langsung ke tukangnya jadinya dapet harga yang lebih murah di banding lewat pake jasa interior. Karena udah agak lama jadi aku udah lupa spek speknya, pokoknya lapisannya pake HPL glossy, itu aja yg ku inget. Kalo kata2 ibu di forum kita harus cerewet sama tukang KSnya . Kalo ngga ntar kita diboongin,dibeliin speknya yang ngga bagus. Karena lokasiku di bangka dan ngga bisa ngontrol langsung, sudah aku pasrahkan dan percayakan sama si tukang KSnya. Karena budgetnya mepet aku ngga pake top table. Ini hasilnya.








Oya inspirasinya dari foto ini



Tuesday, August 20, 2013

(Reshared) Cinta Amniotik

Bagus nih..

Cinta Amniotik oleh Dewi Lestari (DEE)

... catatan kecil untuk Si Kecil ...
Beberapa hari lagi sebelum kehadiranmu, atau bahkan beberapa jam? Aku tak persis tahu. Banyak yang ingin kuucapkan, tapi sepertinya kaulah yang sudah tahu. Sekian lama kita bernapas bersama, bergerak bersama, merasa bersama. Kau begitu dekat bahkan bersatu dengan tubuhku, tapi tetap saja, di sini aku menanti kehadiranmu.
Perjalananmu kelak hanyalah dari perutku menuju dekapanku. Namun itulah perjalanan yang akan mengubah kita berdua. Mengubah dunia.
Saat kau tiba, aku tak lagi menjadi manusia yang sama. Dan kau juga akan melihat dunia yang berbeda: terra firma. Selapis kulit saja tabir yang membatasi kita, tapi sungguh berkuasa.
Perjalananmu, kata kau dulu, adalah perjalanan yang akan mengingatkan mereka yang lupa. Termasuk aku. Keterpisahan adalah ilusi. Dunia jasad dan dunia roh, dunia materi dan dunia energi; hanyalah dua sisi dari koin yang sama. Hidup tak pernah berakhir mati. Hidup hanya berganti wujud. Dan sepanjang perjalanan bernama hidup, kau dan aku, kita semua, hanya berjalan menembusi satu tabir itu saja. Membolak-balik koin yang sama. Menyeberangi selapis kulit dan daging sebagaimana yang membatasi kita kini.
Kau datang, dengan segala kegenapanmu. Kau datang, bahkan sudah dengan nama. Kau datang, dengan segala pelajaran dan kebijaksanaan. Namun kau juga akan sejenak lupa, katamu dulu. Sama seperti kita semua yang dibuat lupa saat menyeberangi tabir itu. Tolong ingatkan aku, pintamu. Aku memilihmu karena kita pernah sama-sama berjanji pada satu sama lain, lanjutmu lagi. Saat kita berdua masih sama-sama ingat. Saat kita berdua masih sama-sama di sisi lain dari koin ini.
Entah bagaimana harus aku mencintaimu. Kau lebih seperti guru sekaligus sahabat. Waktu kau tiba dalam bentuk mungil dan rapuh nanti, biarlah alam yang mengajarkanku untuk mencintaimu lagi dari nol. Seolah kita tak pernah bertemu sebelumnya, seolah kita tak pernah bercakap-cakap bagai dua manusia dewasa, karena dalam bahasa jiwa semua “seolah” yang kusebut barusan tiada guna. Waktu, usia, dan perbedaan jasad kita, lagi-lagi hanyalah hadiah dari sisi koin di mana kita sekarang tinggal. Hadiah yang harus direngkuh dan diterima.
Sembilan bulan ini mereka bilang aku tengah mengandungmu. Aku ingin bilang, mereka salah. Kamulah yang mengandungku. Seorang ibu yang mengandung anak di rahimnya sesungguhnya sedang berada dalam rahim yang lebih besar lagi. Dalam rahim itu, sang ibu dibentuk dan ditempa. Embrio kecil itu mengemudikan hati, tubuh, dan hidupnya.
Terima kasih telah mengandungku; menempatkanku dalam rimba amniotik di mana aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup, untuk berserah dan menerima apa pun yang kau persembahkan. Kini dan nanti. Manis, pahit, sakit, senang, kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua, sebagaimana kau tengah berenang dalam tubuhku dan merasakan apa yang kurasa, mengecap apa yang kumakan, menghirup udara yang kuendus—tanpa bisa pilih-pilih. Kau terima semua yang kupersembahkan bagimu.
Terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk pilihanmu datang melalui aku. Untuk proses yang tak selalu mudah tapi selalu indah.
Aku tak sabar untuk mengenalmu lagi. Lagi dan lagi.

My favourite beauty products


Entah sejak kapan aku tertarik sama make up, kayaknya sih setelah liat liat blognya Harumi mytipscantik.com , make up-nya bagus ga menor. Menurutku yaa pake make up lengkap itu ga gampang, banyak triknya. Kalo cuma pake pelembab sama bedak aja mah ya gampang. Bersukurlah yang udah cantik meski ga pake apa apa hehe.

Beauty blogger favoritku yang lainnya adalah Michelle Phan, dia itu mukanya biasa aja kalo ga pake make up, setelah pake make up bisa jadi cuantiiik banget. Pokoknya dia itu udah jadi Beauty Guru nya dunia per-make-up an. Dan dia kan aslinya orang vietnam jadi mukanya ya sama kayak muka muka kita orang asia jadi bisa banget di tiru make upnya. Kayaknya aku udah khatam ngeliat semua tutorialnya di you tube meski aku tetep kesulitan buat mempraktekannya.

Here's my favourite beauty products yang benar benar aku merasakan khasiatnya:

1. Studio fix powder plus foundation Mac no. 40
Ini makenya praktis, bisa menutupi dengan cukup baik dan tidak keliatan berat. Kulitku yang berminyak bisa tertutupi dengan baik. Jadi kalo lagi males dandan tinggal pake pelembab, ini, sama loose powder. Aku beli ini di  http://id.strawberrynet.com/  jangan khawatir beli disitu produknya asli asli kok.

2. The Porefessional Benefit
Jadi ini dipake setelah pake pelembab dan sebelum make foundation (disebutnya primer). Kalo kata Harumi primer ini semacam pager pembatas antara pelembab dan foundation. Ini recommended banget yang punya kulit berminyak karena bikin kulit ga mengkilap karena minyak dan make up jadi tahan lama, terus kerasanya kulit jadi haluus banget. Aku belinya yang travel size karena yang ukuran normal muahaal. Terus make up nya kalo mau ada acara penting aja hehe.. aku belinya di indomakeup.com . Memang yah ada rupa ada harga.

3. Undressed Palette MUA cosmetics
Eyeshadow yang bagus itu adalah eyeshadow yang warnanya keluar dan juga tahan lama, yang pernah aku coba terutama produk lokal kebanyakan ga tahan lama, cepat luntur. Konon karena kulit sekitar mata cenderung berminyak. Hal ini bisa disiasati dengan memakai primer khusus untuk mata jadi eyeshadownya nempel lebih lama. Pakai eyeshadow itu kan bagusnya ada gradiasi warnanya ga cuma ngolesin gitu aja (yang ada malah jadi serem hehe). Nah ini yang dimanfaatkan sama produsen kosmetik, jarang tuh nemu yang warna yang pas dalam satu palet, jadi harus beli eceran, ujung ujungnya jatuhnya lebih mahal. Urban decay naked palette adalah salah satu eyeshadow palette paling terkenal karena warnanya keluar, tahan lama dan awet daan harganya juga mahaaal 600 ribu. Tapi sekarang ada solusinya yaitu Undressed Palette dari MUA cosmetics bisa dibilang duplikatnya urban decay banget deh, harganya cuma 4 GBP (70 ribuan) ga setahan lama Urban decay tapi bisa diakalin dengan pake primer mata dari NYX. Belinya langsung di online store nya MUA muastore.co.uk  barangnya sampai walau harus nunggu sebulan lebih karena langsung di kirim dari UK. Niat banget dah pokoknya walopun belum terlalu jago makenya.

4.  NYX soft matte lip cream warna stockholm

Sebelumnya aku ngga pernah suka pake lipstick. Terus aku ga sengaja baca bawa soal NYX SMLC ini. Terus penasaran dan akhirnya beli. Harganya cukup affordable yaitu di kisaran 90 - 110 ribu. Pilihan warnanya banyak aku pilih yang warnanya mendekati warna bibir yaitu stockholm. Pas nyobain di pake sukaaaa banget, Wanginya enak, dan juga tidak terasa menggumpal di bibir. Cuman kurang tahan lama sih jadi harus selalu di bawa kemana mana jadi kalo luntur bisa langsung di oles ke bibir



Sebenarnya masih ada beberapa yang aku suka tapi nanti lagi deh yah..







Thursday, August 15, 2013

Wortel, Kopi & Telur

Di TV lagi heboh berita Pak Rudi Rubiandini yang di tangkap KPK, terus kupikir pikir kayaknya bapak ini deh dosen yang ngasih ceramah motivasi pas outbond mahasiswa baru  FIKTM angkatan 2003 di boscha dulu, ah tapi mungkin bukan kali yah, udah 10 tahun lalu jadi ingatannya udah agak kabur (Pak Rudi dosen minyak, sedangkan jurusanku geofisika meteorologi, tapi  masih satu fakultas sama jurusan teknik perminyakan) Terus tiba tiba temen seangkatan nge bbm, "er kayaknya pak rudi ini yang dulu ikut outbond FIKTM kan ya?" whoaa ternyata emang bener bapak itu yang ngasih ceramah motivasi dulu. Yang masih ku inget dia bilang "kalian pasti waktu kecilnya nakal nakal, biasanya kalo kecilnya nakal udah gedenya pinter" (hehe) sedangkan ingatan temenku, venny, lebih tajam lagi, dia inget bapaknya waktu di outbond cerita tentang perumpamaan wortel, kopi dan telor. Wortel di rebus jadi lembek, kopi direbus jadi larut dn telor direbus jadi keras. Nah kita harus kayak telor yang jadi keras kalo direbus, ga terpengaruh sama lingkungan. entahlah ya perumpamaannya pas atau ngga tapi kira kira begitu maknanya hehe.

Kata Pak Mario Teguh, orang akan diuji dengan apa yang dinasehatkannya, betul juga sih. Konon Nabi Muhammad SAW dulu dimintai seorang ibu utuk menasehati anaknya agar jangan terlalu banyak makan, untuk ngasih nasehat sesederhana itu saja nabi perlu merenung berhari hari, berpikir jangan jangan beliau sendiri terlalu banyak makan. Yah tapi bukan berarti ga boleh ngasih nasehat, mungkin lebih tepatnya ngasih nasehatnya jangan disertai judgmental. Eh tapi Pak Rudi dulu ngasih nasehat ke mahasiswa barunya enak kok, baik, ramah dan sunda banget hehe..

Jadi inget pas outbond ke boscha 10 tahun lalu, diangkut pake truk karena bisnya udah penuh, seru banget penuh dengan kekonyolan mahasiswa baru yang masih dalam suasana euforia keterima di itb

Wednesday, August 14, 2013

Tentang Pulau Bangka Part II


Kota yang begitu sepi dan damai ternyata bisa membuat frustrasi, yak itulah paradoks yang gw rasakan selama tinggal di Pulau Bangka, tepatnya di Kota Pangkalpinang. Dulu suka sinis sama mal yang menjamur di kota kota besar tapi kini hidup tanpanya terasa hampa.. lebay but true.. kangen nonton di bioskop..

Kenapa gak pindah aja ke jakarta atau ke bandung?!!.. hmmm masalahnya gw sudah mendapatkan pekerjaan disini..mencari pekerjaan ditempat lain bukan perkara yang mudah..banyak yang harus dipertimbangkan, dan orang tua gw pun tidak kaya raya..jadi gw belum punya jaring jaring pengaman yang cukup kuat seandainya gw hengkang dari pekerjaan ini dan pulau ini..

Sesungguhnya gw lebih menyukai ide tinggal di pusat kota, karena disitulah pusat peradaban. Bukan karena mal dan bioskopnya tapi pameran, seminar,museum,konser,galeri,toko buku yang lengkap,segala macam komunitas, teknologi,seni dan budaya,mau kursus ina itu tersedia..lengkap.

Sedangkan di Bangka, pulau penghasil timah sejak ratusan tahun yang lalu seolah hanya meninggalkan lubang lubang besar bekas galian timah. Tidak ada pembangunan yang berarti. Kultur masyarakat tambang tidak mengenal seni dan budaya, sehingga pulau ini tidak memiliki cita rasa seni sama sekali.. mungkin yang punya jiwa seni cuma si Mahar di Belitung sana hehe

Tuesday, August 13, 2013

If only i could turn back time

Baca postingan jaman dulu pas masa lagi galau galaunya, jadi mikir harusnya dulu ga segalau itu ya.. dan kadang  pengen kembali ke masa masa itu dan memperbaiki semuanya. Ada hal hal yang aku sesali, pokoknya i was sooo selfish, kalo inget rasanya nyesek.  I was a very bad daughter, i hurt someone badly :(. If only i could turn back time.

Dede Bayi

Pengen nyeritain tentang kelahiran dede bayi mumpung masih inget segala detailnya hehe..


Waktu awal  hamil ga sampai mengalami morning sickness dan juga ga ngidam apa apa, cuma mual mual dan lemes, untung di ruangan kantor ada mushola jadi nya kalo udah lemes banget tinggal tiduran disitu hehe.
Terus pas hamil tiba tiba jadi ga hobi masak, nyium bau dapur aja udah bikin mual, pokoknya penciuman jadi lebih sensitif. Padahal khawatirnya juga kalo makanannya beli takut ga sehat. Kalau makan buah/sesuatu kebanyakan rasanya jadi ga enak banget gitu ke perut. serasa ada yang protes diperut


Ga minum susu hamil dan jarang minum suplemen/vitamin yang dikasih dokter, kalo ini sih memang akunya yg bandel heheh. Soal susu hamil ini gw baca tulisan dari seorang dokter, katanya sih ga wajib, yang penting makanan yang kita makan sehat dan bergizi. Ini mah tergantung kepercayaan masing masinglah. lagian susu hamil itu rasanya ga enak huekkk.

Beli baju hamil cuma 4 potong, 2 atasan dan 2 celana. Beli bajunya  pas udah baju biasanya bener bener ga muat. Habisnya di bangka ga nemu baju hamil yang bagus. Saking sedal sedulnya dalam berpakaian gw pikir bayinya cowok tapi taunya cewek. Cuman pas hamil ini gw jadi suka make up an. Sempet2nya pake eyeliner, eyeshadow,bronzer dll lebay dah, tapi ga menor kok hehe..

Berat badan normal 48 kg pas hamil naik 17 kg dan berat badan setelah melahirkan 50 kg. Pas hamil porsi makanku tetep seperti biasa. Pas habis lahiran sibuk cuci popok jadinya cepet langsing huehehe..padahal kata orang kalo habis lahiran harusnya ga ngapa ngapain, bobo aja, pake kaos kaki, pake jaket. Tapi kayaknya ada benernya juga sih, gara2 gw yang terlalu koboy waktu habis melahirkan, sekarang jadi serasa gampang masuk angin. Lahiran kemaren ditemenin ibu mertua, enaknya sih ditemenin ibu sendiri gak kagok kalo dimintain tolong ini  itu dan mungkin lebih tenang kalo sama ibu sendiri.

periksa ke dokter sebulan 2 kali, masing2 ke dokter yang berbeda. ke dokter yang satu gratis (dibayarin kantor) tapi alat USGnya belum canggih sedang yang lainnya bayar sendiri tapi USG 4 dimensi. Entah kenapa ya, kalo kontrol si dokternya suka irit penjelasan gitu, 3 menit udah selesei. Kadang mikir, kalo cuma kayak gitu gw juga bisa hahaha ( ya ga juga kaleee :D). Ootd,  Entahlah ya kalo kerjaannya kayak gitu biar penghasilannya banyak sama sekali tidak membuat gw terkesan. Dede bayi nanti kuliahnya di itb aja lah ya. wehehehe..

Stretchmark. Ini nih yang gw sesalkan tidak pake krim anti stretchmark pas hamil. Pas hamil ga ada stretchmark sama sekalo eh taunya sesaat habis melahirkan pada muncul. Kayak dicakar macan bo penampakannya.

Travelling. Dari hamil berapa minggu juga udah naik pesawat. Sebenernya sih udah tau kalo hamil, tapi diem diem aja, soalnya kalo bilang pasti ga boleh, secara gw waktu itu pengen ke bandung. Terus sukuran 4 bulanan juga pulang dan terakhir pas 6 bulan dinas ke kundur sekalianlah nyebrang pake kapal fery jalan2 ke singapur. Habisnya kalo bayinya udah lahir kapan lagi coba bisa jalan jalan. Dan gw merasa kuat kuat saja. Tapi sempet jiper juga sih pas dari karimun ke kundur harus loncat loncat ke perahu, bawa koper, sendirian.. Tapi untungnya di bantuin sama orang orang yang ngeliat. Mungkin mereka heran, lagi hamil tua berpergian sendirian. Koboy banget dah. Terus pas udah nyampe kundur ternyata udah ada dermaga baru yang lebih bagus dan tempat naek angkot/ojeg jauuh di atas, tapi untungnya ada angkot yang mau nyamperin dan mau nganterin sampe mess. Mau minta tolong orang buat jemput, ga enak. Susah memang jadi orang yang sungkanan/ga enakan hehe..

Terus pas di singapur, karena sistem transportasinya yang terlalu baik, kaki gw jadi gempor banget 3 hari kebanyakan jalan kaki dari pagi sampe malem banget. Sesungguhnya naek angkot kayak dibandung itu enak banget bisa naek dan turun dimana aja,suatu privilage tinggal di indonesia hehe. Hitung hitung menebus kesalahan gw yang males jalan pagi/lari pas lagi di bangka. Konon katanya biar lancar lahirannya harus banyak jalan pagi. Pas hamil ini gw naik segala macam alat transportasi, pesawat, bis, kereta, kapal fery, naik perahu kayu motor dan Alhamdulillah baik baik saja. Semoga dede bayi menjadi anak yang mandiri, kuat dan senang mengeksplorasi yaaa..

Sesungguhnya gw agak agak parno takut melahirkan pas lagi hamil, kan katanya sakit banget, terus ada yang bilang harus digunting segala macem kalo bayinya kegedean. Pokoknya parno deh, ga berani browsing2, baca2 soal melahirkan. Malah kepikiran bikin surat wasiat segala macem (halah lebaaay). Mau operasi, gak ada indikasi harus operasi juga. Lagian mahal juga hehehe. Dan gw lihat di kasus temen2, biar ga sakit tapi habisnya justru lebih repot. Posisi menyusui pun ga leluasa karena takut kena bekas operasi.

Dan akhirnya datanglah hari dimana sepertinya gw mau melahirkan. Pas sore hari sekitar jam 4 habis tidur siang Kayak ada air keluar banyaak banget. Tapi belum kerasa mules. Terus gw bilang ke ibu mertua. Katanya tunggu aja dulu sampe mules. Pas jam 9 malem mulai kerasa mules2 dikit dan pas 11 an malem keluar lagi air lebih banyak lagi dari yang sore. Feelingku udah harus cepet cepet ke dokter nih. Dan berangkatlah bertiga ke dokter, di jalan rasanya udah muleees sampe pas lagi kontraksi bawa mobilnya harus pelaaaan banget. Pas sampe klinik dokter jam 1 an udah ga keru keruan rasanya dan puncak puncaknya pas bukaan 7 - 8 itu puncaknya rasa sakit, pas bukaan 9 - 10 sih justru ga sakit sakit amat, kayak ada intervalnya gitu mulesnya. Dan akhirnya pada jam 3 pagi setelah mengejan berkali kali akhirnya keluar juga, justru pas keluar ga kerasa sakit, apalagi pas udah keluar semua rasanya plooong. Dede bayi lahir dengan berat 2.8 kg dan panjang 49 cm, sehat, Alhamdulillah. Proses yang cukup cepat karena Jam 1 baru nyampe klinik jam 3 udah lahir. Fiuhhh. Pas jahitnya juga menurutku ga terlalu kerasa sakit. Pokoknya melahirkan normal itu sesuatu deh. Bersyukur sih bisa ngalamin melahirkan normal. Habis itu langsung inget deh segala dosa gua sama mamah, huhuhuh rasanya langsung pengan sungkem kalo ada disitu. Dan habis melahirkan gw pulih dengan cepat, sampai sampai di bilang preman saking gw udah bisa ngapa ngapain. Padahal sih ga boleh ngapa ngapain harusnya. Ga ada yang ngasih tau siiih.

ASI ga langsung keluar tapi ga lama kemudian keluar juga. Pas habis lahir kan katanya sebaiknya IMD dan IMD gw ngarang abis hehe.. dan kayaknya ga bisa dinamakan IMD tapi yang penting ga minum suforlah. Hmmm pokoknya jadi ibu tuh sesuatulah, kejumawaan di masa muda runtuh seketika. Respect your mother lah pokoknya. Oyah si Dedek bayi ini kita beri nama Aliqa Ken Ayu Kencono. Artinya kalo aliqa itu berasal dari bahasa arab nemu dari bukunya qurais shihab yang kurang lebih artinya "orang yang disukai" sebenernya tadinya agak kurang sreg dengan nama Aliqa tapi si bojo keukeuh pengen ngasih nama Aliqa. Tau ga biaya melahirkan habis berapa? cuma habis  1,8 yuta dong. Hah?! melahirkannya di dukun beranak kali?! enak aja. aku ngelahirin di Klinik bersalin Dr. Idil Fitri Sp. Og. Emang kalo ngelahirin di situ kalo normal murah. Walopun bidan yang ngebantu ngelahirin  agak agak jutek, sampe tau namanya ngga berminat hehe, tapi dokternya baek kok walopun ga hadir pas proses bersalin karena kecapean habis nge-operasi sesar pasien yang lain. Tapi biarlah jadinya ga diliat liat sama si bapaknya dan yang penting selamet.
fresh from the oven











Wednesday, April 10, 2013

Jalan jalan


Seminggu yang lalu ada dinas ke Pulau Kundur, sebuah pulau di Kepulauan Riau. Kalau mau kesana harus  melewati perjalanan darat laut dan udara. Rutenya naik pesawat wings/sky dari Bangka - Batam, dari Batam lanjut naik kapal ke Karimun  dan dari pelabuhan yang berbeda di Karimun naik kapal yang lebih kecil ke Kundur. 

Berhubung kalo mau ke Kundur harus melewati Batam dulu jadinya biar sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, dan udah lama ga liburan gw memutuskan untuk nyebrang ke singapur dulu dari Batam. Ongkos fery batam singapur sekitar kurang lebih 160 ribu. Pelabuhannya bagus, kapalnya juga bagus, safety terjamin dan tepat waktu  beda banget sama pelabuhan domestiknya kondisinya cukup mengenaskan.

Ada apakah di Kundur? sementara banyak orang Indonesia di tahun 2013 pun banyak yang belum tahu dan mendengar tentang pulau ini, orang Belanda ratusan tahun yang lalu sudah berhasil mengeruk kekayaan alam berupa timah dari pulau ini ( dan orang Indonesia kebagian sisa sisanya aja). Kundur adalah pulau penghasil timah selain Bangka dan Belitung dengan kondisi cadangan yang kata orang geologi masih cukup bagus. Jadi kantor gue punya cabangnya disana.







Walopun kalo pas lagi di singapur suka bete karena gempor jalan kaki, susah cari makan, dan harga sebotol air putih yang mahal tapi kalo udah pulang selalu pengen balik dan balik lagi kesini.

Nah pas malem malem iseng iseng ke esplanade, eeh lagi ada festival musik rupanya. Dan ternyata esplanade itu terbuka untuk umum. Ga ada satpam, walopun cctv ada disetiap sudut. Dan gedungnya canggiih, di di tembok di lorong yang sepi ada hologram hologram (atau apalah namanya) hasil karya seni kontemporer seniman senimannya singapur kali yah. Terus di luar gedung lagi ada konser gitu, ga ngerti siapa yang nyanyi tapi lokasinya spektakuler gitu, di pinggir singapore river, penontonnya juga ga terlalu rame. Dengan tersajinya hiburan gratis seperti ini kayaknya orang orang singapur sesungguhnya ga punya alasan yang valid buat bunuh diri.

Terus di dalemnya lagi ada yg showcase gitar akustikan gitu, rupanya artis dari malaysia namanya az samad, kalo di indonesia semacam Tohpati.Lightingnya bagus, kursi penontonnya sofa sofa empuk, AC nya dingiiin dan lagi lagi gratis. Artis dari indonesia yang di jadwalin manggung  disini white shoes and couple company. Di jakarta ada yang kayak beginian kah..??? Esplanade dan sekitarnya itu kayaknya cocok jadi tempat buat pacaran hehe.. terus tiba tiba ada sinar laser memancar mancar dari atap hotel marina bay sands yang berbentuk kapal itu. Canggiiih. Aduh norak amat yak gue..berhubung gue taunya juga ya cuma singapur..


Tapi kalo dipikir pikir kok bisa ya mereka membangun negaranya sekeren ini padahal ga punya sumber daya alam kayak kita misalnya. Gw rasa modalnya adalah kesungguhan, kerja keras, pemerintahnya yang amanah dan rakyatnya yg nurut dan disiplin adalah kunci suksesnya. Walopun gosipnya di singapur banyak penduduknya yg stress karena hidup dalam tekanan tinggi. Keliatan sih dari muka mukanya yang jarang senyum dan suka asik sendiri maenin hp, kalo gw intip sih rata rata maen game atau facebook dan juga gw salut kecepatan jari mereka ngetik di hp. Kalo taun lalu se MRT rata rata hpnya iphone semua kalo kemaren udah ganti nyaris samsung s3 semua, jaraaang banget liat yg pake bb.













Tentang Pulau Bangka

Empat tahun tinggal di bangka, membuatku punya persepsi lain tentang luar Pulau Jawa. Apa apa lebih mahal dari harga harga di Pulau Jawa. Pertama kali tau harga harga disini bikin shock. Tapi lama lama terbiasa juga. Enaknya pas pas pulang ke Bandung atau Kuningan, apa apa kerasanya jadi muraaah haha. Jadi sebenernya apa apa mahal itu belum tentu bikin masyarakatnya sengsara. Buktinya di Bangka nyaris ga ada pengemis, pengamen atau anak anak gelandangan di lampu merah. Jadi luxurynya tinggal di bangka biar ga ada mal atau tempat hiburan yang hip adalah kita tidak disuguhi pemandangan miris pengemis, anak gelandangan dsb kayak di bandung atau jakarta. Mungkin hal ini karena Bangka cukup kaya dengan sumber daya alamnya yaitu timah, kelapa sawit dan lada. Pada tahun 1998 dimana di belahan Indonesia yang lain sedang mengalami krisis moneter justru orang orang Bangka banyak yang kayak mendadak karena harga lada mencapai Rp 100.000/kg sedangkan mereka punya berton ton lada. Ada cerita lucu, ada daerah yang belum teraliri listrik tapi penduduknya makmur makmur, mereka tetep beli kulkas walaupun ga ada listrik, alhasil kulkasnya beralih fungsi jadi lemari baju. Ada ada saja.

Mungkin karena kesejahteraan penduduknya diatas rata rata orang Indonesia pada umumya, orang Bangka ini menurutku baik baik, ramah dan ga hobi rusuh dan ga hobi demo. Mau BBM naik mau hari buruh nyaris ga pernah ada demo apalagi demo anarkis. Lagi pula di Bangka yang panas ini males banget kali demonstrasi di siang bolong.

Lalu yang aku salut, penduduknya demokratis. Bangka Belitung adalah salah satu contoh keberhasilan asimilasi budaya Melayu dan Cina. Hidup rukun berdampingan selama ratusan tahun, tidak pernah ada pergesekan SARA. Siapapun, etnis apapun boleh nyalon jadi caleg, jadi eksekutif. Aku yang tumbuh di lingkungan yang homogen dan sedikit rasis heran ngeliat baligo baligo kampanye yang mau nyalon jadi caleg bupati dan walikota banyak dari etnis cina. Ternyata di bangka itu emang demokratis dan tidak pernah mempermasalahkan masalah SARA.

Tapiii yang menyebalkan dari orang Bangka (dan Indonesia pada umumnya) banyak yang gak punya etika dalam berlalu lintas, suka ga mau ngalah sama yang pejalan kaki yang mau nyebrang. Ini mah penyakit orang Indonesia pada umumnya sih..


Fakta Tentang Pulau Bangka

  1. Nyaris ga ada pengemis, pengamen dan anak gelandangan yang tidur di trotoar
  2. Serba mahal
  3. Transportasi umum susah, angkot mahal jauh dekat 3000
  4. Hampir semua orang punya motor (tapi ga pernah macet)
  5. Ga ada makanan enak kecuali kerupuknya ( ini sih pendapat pribadi)
  6. Pantainya bagus tapi ngebosenin ( ini pendapat pribadinya juga)
  7. Panaaas banget
  8. Terbuka dan ramah sama pendatang
  9. Peluang usaha banyak
  10. Ga ada mal, ga ada bioskop, belakangan baru ada hypermart


Thursday, February 28, 2013

My fave song of the week


Currently i listen to this song over and over again

Random post

 This is going to be random and short post..

Karena sebagian di pindahin ke site, kantor jadi sepiiii banget. Sampe kedengeran suara tik tok tik jam, begitu pun kalo ada yang nguap, kedengeran haha... Tiba tiba semua jadi pendiam, sibuk sama kerjaan masing masing. Ruangan jadi terasa begitu luas dan sepi..hhhh makin ga betah aja..











Wednesday, January 16, 2013

Pameran INACRAFT


Pameran Inacraft adalah pameran produk produk pilihan kerajinan buatan asli indonesia. Barangnya bagus bagus banget. Karena mengusung fair trade jadi harganya agak mahal sedikit. Tapi produknya memang berkualitas, unik dan eksklusif. Pameran diadakan setahun sekali, biasanya pas bulan April. Dan ini pameran april 2012 lalu tempatnya Di JCC.

Gak berhenti hentinya berdecak kagum liat hasil kerajinan yang dipamerkan. Gak rugi deh dateng jauh jauh dari Bangka (niat abis pokoknya). Semoga tahun depan bisa dateng lagi.




Clutch dari berbagai kain tradisional

ngiler..hehe





sebenarnya dilarang foto, ini hasil curi curi


manisnyoo







Tenun Bali, menyesal gak beli ughhh..

cantik ya.. sayang harganya muahaal


Wednesday, January 9, 2013

Asuransi dalam Islam



Tempo hari saya bertanya kepada teman sekantor “mba punya asuransi ngga?' jawab si mba nya “ ngga, takut haram”. Berhubung saya belum tau referensi soal ini jadi ya obrolan tidak berlanjut.

Lalu suatu saat saya menemukan ternyata dalam Islam, asuransi itu ada lo, namanya adalah tabarru yang artinya tabungan bersama dengan para sahabat.

Dan tabungan bersama ini nantinya akan di berikan kepada si penabung yang mengalami musibah. Dasarnya adalah gotong royong  tolong menolong jadi dari awal memang sudah berkomitmen untuk mengikhlaskan uang yang kita tabung bakal hangus. Tabungan ini fungsinya sebagai jaring pengaman  untuk keluarga kita kalau kita terkena musibah.

Jadi tabarru ini sistemnya mirip mirip asuransi jiwa murni kan. Dimana kita membayar premi yang tidak terlalu besar tapi jika terjadi sesuatu kita mendapat uang pertanggungan yang jumlahnya besar. Walaupun sekilas tampak rugi karena kalau tidak terjadi apa apa, preminya bakal hangus. Tapi kalau di hitung hitung sistem premi yang tidak hangus malah mengharuskan kita membayar premi lebih tinggi dengan uang pertanggungan yang tidak maksimal.

Nah dengan sistem asuransi murni ini kita bisa membayar lebih sedikit dengan hasil yang lebih besar.

Dunia per-asuransian kan semakin canggih, premi yang kita bayarkan tidak duduk duduk diam tapi di investasikan lagi sama si perusahaan asuransi dan salah satunya di pasar modal.

Nah masalah halal haram, sudah jelas kok asuransi syariah akan menginvestasikan uangnya di saham saham yang tidak melanggar ketentuan syariah acuannya salah satunya yaitu Jakarta Islamic Index, yaitu list saham perusahaan yang tidak melanggar ketentuan syariah. 


Contoh ;

Asji Murni
Unitlink
Uang premi
3 juta/tahun
 6 juta pertahun
Uang pertanggungan (UP)
1 Milyar
200 juta



*catatan : Uang premi dan UP Asji murni ini tergantung masing2 perusahaan asuransi nya sih. Tapi persahaan asuransi  cigna ada yang premi produk asji murninya cuma Rp. 160.000/tahun tapi saya ngga tahu  uang pertanggungannya berapa. Silakan dicek websitenya

Ilustrasi :

jika saya memilih Asji murni, saya masih punya sisa 3 juta yang bisa saya gunakan untuk membeli produk investasi yang lain seperti reksadana atau emas.




return
Jangka waktu

Reksadana saham
 3 juta setahun atau 250 ribu/bln
20.00%
10 tahun
Rp. 95,590,888.63
Emas
3 juta/tahun
25.00%
10 tahun
Rp 133,201,165.99
Unitlink
6 juta/tahun
15.00%
10 tahun
Rp. 82.551.000.00



Nah ternyata lebih untung kita investasi sendiri ya, dibanding dengan digabung sama unit link

Catatan :

* kalau mau menghitung return – return an silahkan buka link ini masukan angka sesuka anda dan otomatis akan keluar hasilnya  http://mandiri-investasi.co.id/index/nilai/0/Nilai-Investasi-Anda.html#form_b

* Reksadana saham bisa melebihi dari 20 % returnnya, bisa naik dan juga bisa turun

* asumsi return unitlink paling tinggi hanya 15 % (ini ditentukan oleh si perusahaan asuransinya sendiri lo bukan asumsi saya) mungkin karena porsi investasi yang bertahap dari tahun ke tahun seperti di bawah ini,dan banyak cost ini itu jadi memang kurang maksimal hasilnya

* investasi unitlink juga bisa turun nilainya seperti reksadana toh uangnya sama sama dimainkan di pasar modal.
 


*behubung kinerja emas akhir akhir ini moncer, investasi yang satu ini memang cukup aman bahkan dari jaman nabi ( asal jangan menyimpannya di bawah bantal atau lemari ya, sewalah save deposit box di bank. 1 tahun dengan ukuran kecil ada yang biaya sewanya cuma 100 ribu kok) dan investasi ini sangat sangat likuid tinggal di bawa ke toko emas kalau mau di jual lagi.


Nah produk Asuransi Jiwa murni ini katanya makin banyak, yang saya tahu yang punya produk Asji Murni dengan premi terjangkau adalah sunlife dan Cigna. Kalau mau yang halal carilah yang syariah.

Jadi kalau mau jadi agen asuransi yang mulia  berjualanlah asuransi murni. Hehehe..

Jika terjadi apa apa dengan kita sebagai pencari nafkah, rasanya pasti tidak tenang kan meninggalkan keluarga yang secara ekonomi bergantung kepada kita tanpa meninggalkan  bekal yang cukup bagi mereka.

Dunia keuangan, sistem ekonomi semakin kompleks. Dan tentunya kita harus sadar, kalau kita juga punya peran di dalamnya, sehingga tidak menjadi korban permainan sistem. Minimalnya adalah Melek mengenai basic financial literacy agar tidak menjadi korban inflasi. Hehe..

pengalaman saya mulai melek financial literacy adalah :

1.      Baca bukunya Ligwina hananto yang judulnya untuk-indonesia-yang-kuat-100-langkah-untuk-tidak-miskin
2.      Rajin buka buka Kontan.co.id, infovesta.com,qmfinancial.com
3.      Lalu di praktekan
4.      Belajar terus menerus jangan ketinggalan informasi karena sekarang sekarang ini semuanya bisa berubah dengan cepat sekali