Dulu waktu masih mudaan kalau sedang galau gundah gulana, pengennya lari ke hutan lalu belok ke pantai. Dan tampaknya segala keinginanku dikabulkan oleh Alloh SWT, aku sekarang tinggal di
The act of writing is a desperate attempt to be known
Showing posts with label Bangka. Show all posts
Showing posts with label Bangka. Show all posts
Tuesday, August 9, 2016
Island Hopping Pulau Lampu & Pulau Putri, Belinyu
Dulu waktu masih mudaan kalau sedang galau gundah gulana, pengennya lari ke hutan lalu belok ke pantai. Dan tampaknya segala keinginanku dikabulkan oleh Alloh SWT, aku sekarang tinggal di
Tuesday, December 29, 2015
Ke Pantai Lagi
Jaman waktu masih tinggal di Kuningan sama di Bandung, pantai dengan pasir yang putih dan air laut berwarna biru muda hanyalah impian dan ketika tinggal di Pulau Bangka hal tersebut ada di "depan mata" (ga depan mata banget juga sih) 30-40 menit dari rumah lah.
Suka dukanya tinggal di Pulau apa sih?.. awalnya sih merana karena saya bukan orang Bangka, kotanya sepi, ga ada mall, gramedianya ngga lengkap bukunya, jarang ada acara pameran dan semacamnya. Tapi lama lama terbiasa juga apalagi setelah beranak pinak. Lagian masih sering pulang juga ke Pulau Jawa dan Bangka bukan pulau terpencil gimana tiap hari ada belasan penerbangan ke Jakarta, fasilitas kesehatan lumayan kumplitlah. Lagian mal juga isinya gitu gitu doangkan.
Mungkin karena jumlah penduduknya ngga padat, kalau lagi kejakarta atau bandung rasanya padat dan penuh sesak sama orang. Dan tiap balik lagi ke pulau ini rasanya plong karena ngga sumpek. Jadi ceritanya udah betah nihhh?! anehnya sampai saat ini saya selalu bercita cita punya rumah di bandung di daerah yang asri. Mungkin pengennya punya rumah di bandung juga di bangka juga di jogja juga di semarang juga dimana mana haha. Maruk.
Langsung aja nih poto potonya
Suka dukanya tinggal di Pulau apa sih?.. awalnya sih merana karena saya bukan orang Bangka, kotanya sepi, ga ada mall, gramedianya ngga lengkap bukunya, jarang ada acara pameran dan semacamnya. Tapi lama lama terbiasa juga apalagi setelah beranak pinak. Lagian masih sering pulang juga ke Pulau Jawa dan Bangka bukan pulau terpencil gimana tiap hari ada belasan penerbangan ke Jakarta, fasilitas kesehatan lumayan kumplitlah. Lagian mal juga isinya gitu gitu doangkan.
Mungkin karena jumlah penduduknya ngga padat, kalau lagi kejakarta atau bandung rasanya padat dan penuh sesak sama orang. Dan tiap balik lagi ke pulau ini rasanya plong karena ngga sumpek. Jadi ceritanya udah betah nihhh?! anehnya sampai saat ini saya selalu bercita cita punya rumah di bandung di daerah yang asri. Mungkin pengennya punya rumah di bandung juga di bangka juga di jogja juga di semarang juga dimana mana haha. Maruk.
Langsung aja nih poto potonya
Pantai Rambak
Not impressed..
Pantai Turun Aban (nama yang aneh....)
Monday, July 6, 2015
Pantai Paling Indah Di Pulau Bangka
Berhubung tinggal di Pulau yang ngga ada mall atau bioskop jadi mainnya ke pantai lagi ke pantai lagi. Salah satu pantai paling favorit adalah Pantai Matras, letaknya berada di Kota Sungailiat yang berjarak 30 menit dari Kota Pangkalpinang. Kali ini aku ke pergi ke pantai sama Tania, anak ITB yang lagi KP di PT Hitam (bukan nama sesungguhnya). Biasanya kalau ke pantai matras cuma main main air aja di pantai yang landai. Tetapi kali ini karena perginya sama anak muda yang jiwanyanya masih menggebu gebu jadi kita mengeksplor area pantai yang berbatu. Sumpah baru tau kalau ada spot yang cantiiik banget di Pantai matras. Karena kita ke Pantai Matras pas hari kerja jadinya sepantai pantai ga ada orang cuma kita berdua plus bapak sopir yang nunggu di mobil.
Sunday, March 22, 2015
Pantai Matras Bangka
Weekend kemarin, sehabis kondangan kita mampir ke Pantai Matras, Sungailiat. Ini adalah salah satu pantai terkenal di Pulau Bangka. Lautnya indah, airnya Biru muda, bening dan pantainya landai. Cuman sayangnya bangunan disekitar pantai kurang terawat. Padahal kalau di percantik (dan dirawat) sama dinas pariwisatanya pantai matras ini daerah pariwisata yang potensial.
PICS TIME!
![]() |
| Batavia Beach, tetangganya Pantai Matras |
![]() |
| Penangkaran Penyu |
![]() |
Wednesday, August 14, 2013
Tentang Pulau Bangka Part II
Kota yang begitu sepi dan damai
ternyata bisa membuat frustrasi, yak itulah paradoks yang gw rasakan
selama tinggal di Pulau Bangka, tepatnya di Kota Pangkalpinang. Dulu
suka sinis sama mal yang menjamur di kota kota besar tapi kini hidup
tanpanya terasa hampa.. lebay but true.. kangen nonton di bioskop..
Kenapa gak pindah aja ke jakarta atau
ke bandung?!!.. hmmm masalahnya gw sudah mendapatkan pekerjaan
disini..mencari pekerjaan ditempat lain bukan perkara yang
mudah..banyak yang harus dipertimbangkan, dan orang tua gw pun tidak
kaya raya..jadi gw belum punya jaring jaring pengaman yang cukup kuat
seandainya gw hengkang dari pekerjaan ini dan pulau ini..
Sesungguhnya gw lebih menyukai ide
tinggal di pusat kota, karena disitulah pusat peradaban. Bukan karena
mal dan bioskopnya tapi pameran, seminar,museum,konser,galeri,toko
buku yang lengkap,segala macam komunitas, teknologi,seni dan
budaya,mau kursus ina itu tersedia..lengkap.
Sedangkan di Bangka, pulau penghasil
timah sejak ratusan tahun yang lalu seolah hanya meninggalkan
lubang lubang besar bekas galian timah. Tidak ada pembangunan yang
berarti. Kultur masyarakat tambang tidak mengenal seni dan budaya,
sehingga pulau ini tidak memiliki cita rasa seni sama sekali.. mungkin yang punya jiwa seni cuma si Mahar di Belitung sana hehe
Subscribe to:
Posts (Atom)






































